Langsung ke konten utama

Postingan

Gelas kosong

Gelas kosong Di segala langkah pagi Betapa benteng-benteng kerinduan itu begitu kokoh Sebagai jejak yang tak sempat   terselamatkan Pagi ini bahkan masih buta Setapak jalan masih gelap, samar tapi ada tujuan                 Sesekali alarm alam, memanggilku pulang                 Seperti bekicot berjalan menempa badai                 Lama nian senja datang                 Bukan tentang kerontang perut yang lapar                 Tapi tetang gelas emas yang kosong tanpa minuman Sederhana, bak embun sapa pori kehidupan Puncak pendaki sebentar lagi Entah pagi, siang, sore atau ketika lili...

Pelajaran dari mereka yang menyayangi meski hanya sebentar

Ketika hidup mengajarimu tentang cinta, jangan terburu-buru mendefinisikan setiap kata cinta sebagai ketulusan. Kepadamu yang mengatakan kamu menyayangiku tapi aku melepasmu dengan keikhlasan. Bukankah sebelum kamu datang, hidupku juga masih baik-baik saja. Bukan berarti kedatanganmu membuat hidupku tidak baik, hidupku menjadi lebih baik. Meski hanya beberapa pekan kita mencoba untuk saling mengenal terimakasih telah mengajariku banyak hal. 1.       Jujur akan keburukan sendiri, membuat kita lebih dihargai Kamu sempat mengajariku sedikit tentang kejujuran. Kamu ungkapkan semua hal tentang dirimu di masa lalu agar aku tidak menyesal kemudian, dan itu membuatku cukup kagum. Kamu mengingatkanku bahwa tak perlu malu dengan masa lalu, karena dari masa lalu, kita berada di masa ini. 2.       Tidak perlu memperdulikan kata orang, jika itu tidak benar Dari kamu aku belajar, menghargai perkataan orang adalah hal baik, tapi jika y...

Masa Jaya Bondowosoku akan ada

Assalamualaikum Aku kembali tertarik untuk menulis sebuah topik yang menurutku cukup bagus. Tentang sebuah keinginan yang tersirat penuh penharapan pada diri tiap-tiap anak rantau. Yah, malam ini Allah menegurku dengan sangat indah lewat pertanyaan seorang teman “Jika kamu diberi kesempatan untuk mengubah kota asalmu, apa yang akan kamu lakukan ?”. Pertanyaan sederhana ini menyeret ingatanku pada mimpi yang mungkin hampir aku lupakan. Ya, sesuatu yang juga menjadi tujuan serta alasanku kuliah di FMIPA KIMIA. Aku tersenyum sejenak, lalu aku menundukkan kepalaku. Apakah aku akan mengubur mimpi itu dengan kemalasanku, dengan perasaanku, atau sekedar dengan kesenanganku ? Sungguh ironis. Kotaku ! Banyak orang diluar tak kenal dengan kotaku. Sekalipun tau, mereka dengan santai menyebut kotaku “Kota mati”.   Bagiku, kota kelahiranku adalah surga kecil yang belum terlihat. Aku kenalkan pada kalian tentang kotaku. “BONDOWOSO” nama ini selalu menjadi kata yang aku tulis tepat d...

Bakti itu aku mulai di Yogyakarta

Assalamalaikum Seperti janji pada post sebelumnya, aku akan menuliskan beberapa kisah spesial selama aku di Jogjakarta pada semester 2. Tentang apa ? Menjadi bagian dari Jogjakarta bukanlah sebuah pilihan yang salah, kota ini luar biasa. Kota yang punya sebutan kota pelajar, kota pariwisata, kota budaya dan kota istimewa ini memberikan banyak pengalaman luar biasa buat aku. Terutama kampusku, kampus yang secara pribadi (dulu) aku banggakan. Kenapa dulu ? ya karena dulu kampus ini adalah kampus yang bagiku begitu gagah dengan namanya. Namun sekarang setelah mengetahui beberapa problem dari kampus yang katanya kerakyatan ini, kebanggaanku mulai luntur. Namun, terlepas dari masalah internal kampus tersebut, nama “Universitas Gadjah Mada” tetaplah kampus yang aku banggakan. Ya sangat aku banggakan. Pada bagian ini, aku tidak akan berbicara tentang studiku atau tentang nilaiku karena begitu rumit mekanisme dan begitu sulit deretan nilai-nilai itu untuk bisa aku peroleh, tak semud...