Langsung ke konten utama

Kenalan dulu yuk



Assalamualaikum…
Oke, kenalin aku Arifah Tri Jayanti tapi aku biasa dipanggil iva, ive atau ipe. Hahaha banyak banget yang nama panggilanku. Sebenernya Iva itu panggilan pas aku SD, Ive pas aku SMP, dan Ipe, ini panggilan pas aku SMA. Entahlah kenapa mereka bisa manggil aku ipe, tapi nggak papa deh nama itu jadi kenangan buat aku. Sekarang aku bocorin sedikit sifat dan sikapku, kata temen-temen aku itu orangnya cerewet pakek banget, manja, tipikal orang yang sedikit egois,suka marah-marah, boros dan nggak fashionable, haha tapi menurut aku, aku itu orangnya lucu, imut, manis, baik hati, tidak sombong, suka menolong dan rajin menabung. Hahahah muji diri sendiri dari pada kagak ada yang muji sama sekali *Lho
Aku lahir di Bondowoso tanggal 27 Desember 1995, kebanyakan sih orang-orang pada nggak tau dimana itu Bondowoso. Oke aku jelasin dikit Bondowoso itu salah satu kabupaten di Jawa Timur letaknya di sebelah utara kota Jember. Kalau jember udah pada tau kan ? Bondowoso emang bisa dibilang kota mati tapi aku yang akan jadiin kota kelahiranku ini sebagai kota yang hidup dan maju untuk ke depannya. Aamiin
Ini Blog ketiga aku, aku pernah bikin dua blog sebelumnya tapi semuanya nggak pernah aku isi dan semua gagal, yah bisa dibilang expired gitu :D. Nah, sekarang insyaallah deh aku bakal terus isi Blog aku ini.
Alasan aku bikin Blog ini simple sih, aku punya banyak cerita dan aku suka nulis, just it.
Hehe, blog ini baru aku buat tapi aku udah ngebet banget buat update banyak cerita tentang aku sejak tahun 2014 ini, nggak papa kan aku langsung cerita ? Soalnya di tahun 2014 ini aku punya banyak kisah dari yang menegangkan, menyenangkan sampai yang menyedihkan. Hahaha dramatis banget ya aku. Ntar deh aku bikin page baru buat cerita-cerita itu, page ini khusus buat perkenalan aja deh ya.
Oke sampek segini dulu deh kenalannya, aku Arifah Tri Jayanti. Salam Semangat J Duh kok alay gini ya aku. Bye bye dan Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadan tahun ini dan pelajaran yang berbeda darinya

Ramadan tahun ini sudah tiba, besok kita sudah akan memulai puasa. Kali ini, mungkin akan menjadi Ramadan yang sangat berbeda. Ramadan yang mungkin juga akan menjadi Ramadan terhebat. Ramadan yang akan mengajari kita sesuatu yang tidak diajarkan sebelumnya, tentang betapa bulan ini begitu menyenangkan dijalani. Begitu rindu untuk dijalani dengan sambutan yang begitu meriah. Tahun ini, kita tidak perlu mengunjungi masjid untuk menjalankan salat tarawih. Toh, pada tahun-tahun sebelumnya, kita juga sering mengeluh karena harus menambah kegiatan dengan rakaat-rakaat salat sunnah. Toh, kita sering meninggalkannya karena urusan lainnya. Kadang kita juga geram karena imam harus membaca surat al-quran yang begitu panjang. Jadi, kali ini mungkin Tuhan memberi kita keringanan. Melalui pandemi ini, salat tarawih ditiadakan, apakah kita menjadi senang? Bukannya tahun ini pada akhirnya tidak terlalu berbeda dengan tahun sebelumnya? Kenapa kita bilang bahwa kita merindukannya? Tahun ini, mungk...

Kenangan masa kecil yang baik (Part 2)

Mendidik seperti ibu mendidik Aku suka bingung untuk melanjutkan setiap “part” kenangan masa kecilku dari mana. Inginnya sih urut, tapi menulis sesuatu yang sengaja dipikirkan dengan sistematis malah membuatku tidak menghasilkan apa-apa, selain hanya keinginan agar ceritanya urut dan tertata. Makanya, aku memilih untuk menuliskan apapun yang tiba-tiba teringat dikepalaku. Tentang masa kecilku. Kali ini tentang ibu. Tentang bapak juga banyak kok. Tapi ibuk dulu ya pak. Hehe. Mendidik seperti ibu mendidik. Banyak hal yang kelak jika aku sudah menjadi ibu, aku ingin mentreatment anakku seperti ibu memperlakukanku.  Sederhana tapi begitu berkesan bagiku hingga saat ini. Dulu ketika aku masih sekolah dari SD, SMP sampai SMA, setiap kali mau Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester dan Ujian Nasional, ibu adalah orang yang juga akan menyiapkan banyak hal, mungkin maksudku banyak keperluan. Ketika jadwal ujian keluar, pulang sekolah aku akan bilang pada ibu “Adek...

Manusia yang tak pernah menyerah

Assalamualaikum… Kali ini aku nggak mau banyak cerita dengan banyak lelucon atau dengan nada santai. Aku merasa topic yang kali ini aku ceritain cukup serius. Ingin tau apa ? tentang bagaimana manusia-manusia yang tak pernah menyerah memperjuangkan mimpinya. Semalem tepat setelah pengumuman SBMPTN, aku merasa bahwa disinilah harusnya aku bener-bener bersyukur. Disaat banyak teman bahkan sahabatku sendiri bilang ke aku “Pe aku nggak lolos” sedangkan aku sendiri sudah santai karena aku sudah dapet universitas yang selalu aku sebut dalam doaku. Tapi sungguh jika aku tidak mensyukuri kemudahan yang Allah berikan itu, aku udah bener-bener keterlaluan. Aku nggak tau apa yang harus aku bilang ke temen bahkan sahabatku sendiri saat mereka cerita gimana usaha mereka untuk lolos di Universitas yang mereka tuju tapi pada akhirnya hasilnya gagal. Disitu aku Cuma bilang “Sabar ya”, udah itu doang nggak berguna banget kan aku jadi temen. Aku nggak bisa bener-bener ngerasain apa yang mereka ...